ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BOOKLET ETNOBOTANI JAMBI UNTUK SISWA KELAS X FASE E SMAN 2 PADANG
DOI:
https://doi.org/10.58791/tadrs.v10i02.915Keywords:
Bahan Ajar Biologi, Booklet, Etnobotani, Keanekaragaman Hayati, Potensi Lokal.Abstract
Bahan ajar biologi konvensional di jenjang sekolah menengah atas kerap tidak memiliki pijakan kontekstual yang memadai terhadap lingkungan lokal peserta didik, sehingga menciptakan kesenjangan pedagogis yang menghambat pemahaman konsep dan motivasi belajar, khususnya pada materi Keanekaragaman Hayati. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan peserta didik Kelas X Fase E di SMAN 2 Padang terhadap pengembangan bahan ajar booklet biologi berbasis etnobotani potensi lokal Jambi. Desain deskriptif kualitatif diterapkan dengan mengombinasikan angket analisis kebutuhan terstruktur yang diberikan kepada 36 peserta didik kelas X dan wawancara semi-terstruktur dengan guru biologi pengampu. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86,11% peserta didik membutuhkan bahan ajar pendamping; seluruh peserta didik (100%) menggunakan LKPD sebagai sumber belajar utama, namun hanya 2,7% yang pernah menggunakan booklet; 83,33% telah mengenal keanekaragaman hayati lokal di sekitar mereka; dan seluruh peserta didik (100%) menyetujui integrasi potensi etnobotani Jambi ke dalam bahan ajar berbentuk booklet. Data wawancara guru mengkonfirmasi bahwa bahan ajar yang tersedia belum secara memadai menghubungkan konsep biologi dengan konteks ekologi lokal peserta didik, dan bahwa pengembangan booklet selaras dengan prinsip pembelajaran kontekstual dan berpusat pada peserta didik dalam Kurikulum Merdeka. Temuan ini memberikan landasan empiris bagi urgensi pedagogis pengembangan booklet biologi berbasis etnobotani untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan belajar, dan transmisi antargenerasi pengetahuan ekologi lokal Jambi.
Downloads
References
Adinugraha, F. (2022). An approach to local wisdom and cultural in biology learning. In Proceedings of the International Conference on Educational Sciences and Teacher Profession (ICETeP). EAI. https://doi.org/10.4108/eai.17-11-2021.2318660.
Adriana, A., Sunandar, A., & Qurbaniah, M. (2024). Efektivitas booklet berbasis potensi lokal pada materi keanekaragaman hayati terhadap hasil belajar peserta didik. Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 10(2), 138–144.
Amelia, R., Sumarmin, R., & Darussyamsu, R. (2023). Analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar biologi berbasis potensi lokal untuk peserta didik SMA. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 9(1), 45–56.
Anwar, S., Setiawati, S., & Prihatin, T. (2022). Biology learning motivation and conceptual understanding: The role of contextual-based teaching materials in senior high school. Journal of Biological Education Indonesia, 8(3), 231–244.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2022). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Erna, E., Mahrudin, M., & Irianti, R. (2025). Kepraktisan booklet berbasis potensi lokal sebagai bahan pengayaan konsep keanekaragaman hayati di SMA. BIO_EDU:Jurnal Pendidikan Biologi, 10(2), 95-105.
Firdaus, M., Arsyad, M., & Nasution, S. (2022). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan pemahaman konsep keanekaragaman hayati. Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi, 7(2), 112–124.
Hadini, D. N., Amri, A. F., & Rahayu, H. M. (2025). Pengembangan media pembelajaran booklet berbasis etnobotani sayuran lokal di Kecamatan Semitau. Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 11(3), 555-569.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Kemdikbudristek.
Kusuma, A. P., Iskandar, J., Partasasmita, R., & Iskandar, B. S. (2021). Ethnobotanical study of useful plants in traditional agroforestry practices of Baduy community, Banten, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 22(5), 2279–2293. https://doi.org/10.13057/biodiv/d220501.
Ladio, A. H., & Molares, S. (2020). Usefulness of an ethnobotanical approach in biocultural conservation programs: Examples from Patagonia. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 16(1), 1–14. https://doi.org/10.1186/s13002-020-00391-2.
Lestari, Y., & Arsih, F. (2025). Analisis respon guru terhadap pengembangan booklet pembelajaran biologi terintegrasi budaya lokal. Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA, 5(1), 45–55.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mulyani, S., & Kurniawan, A. (2022). Inventarisasi tumbuhan berkhasiat obat berbasis kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi dan potensinya sebagai sumber belajar biologi. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 10(2), 215–229.
Nurhayati, E., Widodo, A., & Rustaman, N. Y. (2023). Contextual-based biology teaching materials: Effect on students' concept mastery and scientific literacy. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 12(1), 112–124. https://doi.org/10.15294/jpii.v12i1.38201.
Prastowo, A. (2020). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif: Menciptakan metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan (Edisi revisi). Diva Press.
Purwanti, E., Murningsih, & Jumari. (2021). Kajian etnobotani tumbuhan obat oleh masyarakat lokal di kawasan hutan Jambi. Jurnal Biologi Tropika, 4(1), 23–35.
Ramadhani, D., Susanti, E., & Hidayat, T. (2022). Efektivitas booklet berbasis potensi lokal terhadap motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X. Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 13(2), 88–101.
Sari, N. P., & Fadillah, R. (2022). Pengembangan bahan ajar biologi berbasis etnobotani lokal untuk meningkatkan literasi sains peserta didik SMA. BioEdu: Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi, 11(3), 210–222.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif (Edisi ke-3). Alfabeta.
Wahyuni, S., Zubaidah, S., & Mahanal, S. (2021). Pengaruh bahan ajar berbasis etnobotani terhadap pemahaman konsep keanekaragaman hayati dan sikap peduli lingkungan siswa SMA. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 6(4), 547–558.




