ANALISIS PROBLEMATIKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA OTONOMI DAERAH (KESENJANGAN KEBIJAKAN, KURIKULUM, DAN KOMPETENSI GURU PAI)
DOI:
https://doi.org/10.58791/tadrs.v10i01.765Abstract
Islamic Religious Education (IRE) has a strategic role in shaping students’ character and moral values in Indonesia. However, the implementation of IRE in the era of regional autonomy faces various problems, including policy gaps, curriculum issues, teacher competency, educational funding, and governance challenges. This article aims to analyze the problems and challenges of IRE in the decentralization era and to propose strategic solutions to improve its quality. This study uses a library research method by examining journals, books, regulations, and previous studies related to Islamic education and regional autonomy. The findings show that educational decentralization provides opportunities for local-based innovation but also creates disparities in educational quality among regions due to differences in resources, funding, and teacher quality. In addition, challenges related to digitalization, religious moderation, and the relevance of learning methods also affect the effectiveness of IRE. Therefore, strengthening regulations, equal distribution of teachers, digital transformation, and governance synergy are needed to improve the quality of IRE evenly across Indonesia.
Downloads
References
DAFTAR RUJUKAN
Agustina, I. P., & Yuana, O. A. (2025). Al-Fatih : Jurnal Pendidikan Dan Keislaman. Al-Fatih: Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, VIII(1), 250–272.
Aini, M. (2022). Desentralisasi Pendidikan Madrasah Melalui Otonomi Daerah Di Indonesia. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 12(1), 95–106.
Ali, R. (2025). Analisis Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Journal Binagogik, 12(2), 11–21.
Apriliansyah, F., Ahmad, M., & Rochimah, H. (2025). Analisis Kesenjangan Pembiayaan Pendidikan Di Indonesia : Studi Literatur Terhadap Perbedaan Akses Dan Kualitas Antara Sekolah Negeri Dan Swasta Di Daerah Perkotaan Dan Pedesaan. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(2), 753–758.
Audi, A., Jojang, P., & Hamami, T. (2024). Perkembangan Dan Problematika Kurikulum Pendidikan Agama Islam Di Indonesia. Risalah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 10(4), 1648–1664.
Auladi, J. A., Rizqi, F. T., & Ranuwijaya, U. (2025). Sejarah Pendidikan Islam Era Otonomi Daerah. Jurnal Tarbiyah; Jurnal Ilmiah Kependidikan Dan Keagamaan, 9(02), 409–419. Https://Doi.Org/10.21274/Taalum.2020.8.2.286-308.2
Azwa, N., Ivanda, S. B., & Sari, H. P. (2026). Penguatan Karakter Islami Melalui Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi Digital. IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 115–126.
Adipa, S. M., & Jimmy, A. (2025). Pemerataan Guru Pendidikan Agama Katolik di Daerah 3T: Peran Strategis Lembaga Keagamaan Katolik Kalimantan Tengah. Sepakat: Jurnal Pastoral Kateketik, 11(2), 116–137.
Ali, M. (2025). Pengembangan bahan ajar pai berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang islam rahmatan lil ‘alamin. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam Dan Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 42–65.
Aswandi, A., Syaifuddin, M., & Asmuri, A. (2025). Kebijakan Pemerintah Tentang Standar Nasioanal Pendidikan Agama Islam Di Sekolah. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 10613–10621. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1413
Barsihannor. (2021). Manajemen Pendidikan Islam. Management Of Education : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 26–52.
Basri, H., & Arifin, Z. (2021). ISLAMIC EDUCATION AUTHONOMY: CHALLENGES AND EXPECTATIONS. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 7(2).
Basri, H., & Arifin, Z. (2021). OTONOMI PENDIDIKAN ISLAM: TANTANGAN DAN HARAPAN. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 7(2), 135–153. https://doi.org/10.24014/potensia.v7i2.13315
Damayanti, D. R. A., & Ridwan, A. (2024). Perubahan Sosial dan Pendidikan dalam Peran Guru PAI di Era Digital. Social Studies in Education, 2(2), 123–138. https://doi.org/10.15642/sse.2024.2.2.123-138
Dewi, D. A. P., Syamsinar, T., Sagita, W. R., & Jeni, F. (2025). Tantangan Profesionalisme Guru Di Daerah 3t ( Tertinggal , Terdepan , Terluar ) : Kajian Literatur Terhadap Ketimpangan Pendidikan. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(4), 83–95.
Fauzi, M. I. F., & Rasiha, M. W. (2025). Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam Di Era Digital (I). Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim.
Fitriyah, E. (2026). Problematika Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Profesionalisme Di Era Modern. Al-Alim: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 118–132.
Firnanda, R. (2024). Implementasi Kebijakan Otonomi Daerah Nomor 54 Tahun 2016 dalam Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Sarolangun [PhD Thesis, Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/49128
Hakim, A. (2023). Perencanaan Pendidikan Dalam Otonomi Daerah. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 10(3).
Halid, A., & Arifah, N. (2024). Prospek Pendidikan Agama Islam : Studi Analisis Terhadap Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia. Fajar Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 5–20.
Hayida-O, S., Siradjuddin, & Wayong, M. (2025). Perbandingan Sistem Dan Efektivitas Pembiayaan Pendidikan Sebelum Dan Sesudah Otonomi Daerah. Integrative Perspectives Of Social And Science Journal (IPSSJ), 2(3), 4312–4323.
Hendra, R., & Fadriati. (2023). Kebijakan Desentralisasi Pendidikan Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. PIWULANG: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(2), 143–158.




