EKSISTENSI KELUARGA SEBAGAI FONDASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.58791/tadrs.v10i01.744Keywords:
Akhlak, Teknologi Digital, Filsafat Pendidikan Islam, Globalisasi, KeluargaAbstract
Penelitian ini membahas peran keluarga sebagai institusi pendidikan pertama dalam perspektif filsafat pendidikan Islam di tengah dinamika kehidupan modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh semakin melemahnya fungsi edukatif keluarga akibat perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, serta pergeseran pola interaksi dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Padahal, dalam filsafat pendidikan Islam, keluarga dipandang sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter, moralitas, spiritualitas, dan kepribadian anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keluarga dalam pemikiran pendidikan Islam, mengidentifikasi tantangan pendidikan keluarga di era modern, serta mengkaji relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam menghadapi problematika pendidikan masa kini. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh melalui kajian terhadap literatur klasik dan kontemporer berupa buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, serta dokumen yang berkaitan dengan pendidikan keluarga dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk akhlak, menanamkan nilai keimanan, membangun kedisiplinan, serta mengembangkan kesadaran spiritual anak. Pemikiran Al-Ghazali menegaskan bahwa pendidikan keluarga merupakan dasar utama dalam membangun manusia yang beradab dan berakhlak mulia. Namun demikian, realitas modern memperlihatkan adanya tantangan serius berupa dominasi media digital, rendahnya kualitas komunikasi keluarga, dan minimnya pemahaman orang tua terhadap pendidikan Islam. Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi pendidikan keluarga melalui penguatan keteladanan, komunikasi edukatif, serta integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dengan pendekatan modern agar keluarga tetap mampu menjalankan perannya secara efektif dan relevan dalam menghadapi perkembangan zaman.
Downloads
References
Arifin, Z. (2022). Pendidikan keluarga dalam perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Islam.
Fauzi, A. (2020). Peran keluarga dalam pembentukan akhlak anak. Jurnal Pendidikan Agama Islam.
Internalisasi nilai adab siswa menurut Al-Ghazali dalam pembentukan karakter peserta didik. (2026). Paradigma: Jurnal Pendidikan dan Humaniora.
Ismail, M. (2021). Pendidikan Islam dan tantangan modernitas. Jurnal Tarbiyah.
Karim, A. (2023). Transformasi pendidikan keluarga Muslim di era globalisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Ma’arif, S. (2025). Keteladanan orang tua dalam pendidikan anak. Jurnal Ilmu Tarbiyah.
Nasaruddin, N. (2026). Komunikasi Qur’ani dalam ketahanan keluarga Muslim. Jurnal Komunikasi Islam.
Nasaruddin, N. (2026). Nilai-nilai komunikasi Qur’ani dalam membangun ketahanan keluarga Muslim di era modern. Jurnal Studi Islam dan Komunikasi.
Nurhayati, E. (2024). Peran media digital dalam pendidikan anak. Jurnal Komunikasi Islam.
Pendidikan Islam di era digital. (2026). Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer.
Pendidikan karakter Islami di era digital. (2025). Jurnal Pendidikan Karakter Islam.
Peran orang tua dalam mendampingi perkembangan akhlak anak di era digital. (2026). Jurnal Pendidikan dan Akhlak Islam.
Rahmawati, S. (2021). Pendidikan keluarga di era digital. Jurnal Edukasi Islam.
Rihadini, L., & Apriyanto, N. (2026). Peran pendidikan keluarga dalam perspektif pemikiran Islam dan implementasinya di era modern. Jurnal Al-Hudaya.
Romadon, A. I. (2026). Peran kepala keluarga dalam penanaman nilai akhlak anak usia 6–12 tahun. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.
Salim, M. (2025). Pendidikan adab dalam keluarga Muslim. Jurnal Filsafat Islam.
Wahyudi, T. (2022). Globalisasi dan krisis moral generasi muda. Jurnal Sosial Humaniora.
Yusuf, M. (2022). Spiritualitas keluarga dan ketahanan moral anak. Jurnal Studi Islam.
Sumber Buku:
Abdullah, M. (2021). Pendidikan Islam dan pembentukan karakter. Jakarta: Kencana.
Al-Attas, S. M. N. (2020). The concept of education in Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.
Al-Ghazali. (t.t.). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Fikr.
Anam, R. K. (2026). Islamic educational philosophy: An ontological restoration. Tangerang: Graflit Anagraf Indonesia.
Bronfenbrenner, U. (2020). The ecology of human development. Harvard University Press.
Hasan, L. (2024). Digital parenting dalam pendidikan Islam. Yogyakarta: Deepublish.
Hidayat, R. (2023). Krisis moral generasi digital. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Latif, A. (2022). Etika pendidikan Islam kontemporer. Bandung: Pustaka Setia.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Munir, H. (2020). Psikologi pendidikan Islam. Jakarta: Prenada Media.
Nata, A. (2020). Filsafat pendidikan Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Prasetyo, D. (2023). Sosiologi keluarga Muslim modern. Surabaya: UINSA Press.
Qomar, M. (2021). Pendidikan Islam multidisipliner. Yogyakarta: Deepublish.
Rahman, F. (2021). Islam dan modernitas pendidikan. Bandung: Mizan.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suryadi, I. (2026). Pendidikan akhlak anak dalam pemikiran Al-Ghazali. Bandung: Widina Media Utama.
Zed, M. (2020). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Zubaedi. (2020). Pendidikan karakter perspektif Islam. Jakarta: Kencana.
Zuhairini. (2021). Filsafat pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Sumber Prosiding:
Hasanah, U., & Rahman, F. (2023). Revitalisasi pendidikan keluarga Islam dalam menghadapi tantangan era digital. In Proceeding of International Conference on Islamic Education and Social Transformation (pp. 112–120). Surabaya: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.
Ma’arif, S., & Yusuf, M. (2024). Pendidikan karakter berbasis keluarga Muslim di era globalisasi. In Proceeding of Annual Conference on Islamic Education (pp. 87–95). Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan.




