ULAMA SUFI KLASIK JUNAID AL-BAGHDADI, AL-GHAZALI,DAN ABDUL QADIR AL-JAILANI

Authors

  • Jam'ani IAI Darussalam Author
  • Khalilurrahman Institut Agama Islam Darussalam Author
  • M.Anshari Institut Agama Islam Darussalam Author

DOI:

https://doi.org/10.58791/tadrs.v10i01.640

Keywords:

Kata kunci: Abdul Qadir al-Jailani; Al-Ghazali; Etika Spiritual; Junaid al-Baghdadi; Moderasi Islam

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep tasawuf tiga tokoh utama dalam tradisi sufi Sunni klasik Junaid al-Baghdadi, al-Ghazali, dan Abdul Qadir al-Jailani dengan tujuan memahami fondasi spiritualitas Islam yang mengintegrasikan syariat, dimensi batin, dan etika moral. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan melalui analisis kritis terhadap karya-karya klasik serta penelitian kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tokoh tersebut, meskipun hidup pada konteks sosial-intelektual berbeda, memiliki kesamaan pandangan bahwa tasawuf sejati tidak terlepas dari syariat dan bertujuan membentuk kesucian jiwa serta akhlak. Junaid al-Baghdadi menawarkan tasawuf berbasis kesadaran, tauhid, dan sikap wara’ sebagai disiplin spiritual yang moderat. Al-Ghazali memperkuat struktur epistemologis tasawuf melalui integrasi syariat, akal, dan tazkiyah al-nafs sebagai jalan mencapai ma‘rifat serta pembentukan moral masyarakat. Sementara itu, Abdul Qadir al-Jailani menampilkan tasawuf praktis yang menekankan disiplin syariat, penyucian jiwa, zuhud yang realistis, dan kontribusi sosial sebagai manifestasi kedekatan spiritual. Kesimpulannya, pemikiran tiga tokoh ini memperlihatkan bahwa tasawuf merupakan jalan penyempurnaan diri dan transformasi sosial yang berdiri di atas keseimbangan syariat, spiritualitas, dan etika sehingga tetap relevan sebagai fondasi moral dan spiritual umat Islam pada berbagai zaman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Munzin. (2025). Telaah Filosofis Konsep Murabbi Dalam Tradisi Tasawuf Al-Junayd dan Urgensinya Dalam Pembentukan Guru Ideal. An-Nur, 1(2), 486–498.

Ashani, S., Harahap, M. R. P. A., & Maulani, M. (2021). Trilogi Pemikiran Tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi (Mitsaq, Fana, dan Tauhid). Syifa Al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik, 5(2), 97–113. https://doi.org/10.15575/saq.v5i2.11155

Asy’ari, A. H. (2021). Wara’ dalam Ajaran Tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi. Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 1(3), 209–223. https://doi.org/10.15575/jpiu.12845

Dewi, R. (2021). Konsep Zuhud Pada Ajaran Tasawuf Dalam Kehidupan Santri Pada Pondok Pesantren. MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN, 12(2), 122–142. https://doi.org/10.32923/maw.v12i2.1874

Fuadi, M. A., & Ibrahim, R. (2020). Implementasi Tasawuf Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam Majelis Manakib Al Barokah Ponorogo. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan, 15(02), 215–228. https://doi.org/10.37680/adabiya.v15i02.576

Hadiat, Rinda Fauzian, H. (2022). Perkembangan Pemikiran Tasawuf Dari Periode Klasik Modern Dan Kontemporer. ŚALIĤA | Jurnal Pendidikan & Agama Islam, 5(1), 41–60. https://doi.org/https://doi.org/10.54396/saliha.v5i1.232

Ibnu Pakar, S. (2013). Tokoh-tokoh Tasawuf dan Ajarannya. Deepublish.

Kafrawi, K. (2020). Pemikiran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tentang Ma’rifat. AL-LIQO: Jurnal Pendidikan Islam, 5(01), 78–96. https://doi.org/10.46963/alliqo.v5i01.146

Mukhlisin. (2025). Relevansi Akhlak Tasawuf dalam Pendidikan Abad 21 : Antara Teori dan Praktik. Alasma | Jurnal Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah, 07(01), 1–7.

Mutholingah, S., & Zain, B. (2021). METODE PENYUCIAN JIWA (TAZKIYAH AL-NAFS) DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Journal TA’LIMUNA, 10(1), 69–83. https://doi.org/10.32478/talimuna.v10i1.662

Ni’am, S., Nurhuda, A., & Nur’Aini, K. N. (2023). Sufism in the Perspective of Abdul Qadir Al-Jailani. FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman, 14(2), 80–87. https://doi.org/10.62097/falasifa.v14i2.1452

Purwanto, Y., Saepudin, A., Shofaussamawati, Islamy, M. R. F., & Baharuddin, D. (2023). Tasawwuf moderation in higher education: Empirical study of Al-Ghazālī’s Tasawwuf contribution to intellectual society. Cogent Social Sciences, 9(1). https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2192556

Rohmanan, M. (2021). Konsep Tasawuf Al-Ghazali dan Kritiknya Terhadap Para Sufi (Telaah Deskriptif Analitis). JASNA : Journal For Aswaja Studies, 1(2), 1–16. https://doi.org/10.34001/jasna.v1i2.2206

Saifudin. (2023). Konsep Tasawuf Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Mauizhah: Jurnal Kajian Keislaman, 13(1), 78–86. https://doi.org/10.55849/jiem.v1i1.1

Saputra, T., & Wahid, A. (2023). Al-Ghazali dan Pemikirannya Tentang Pendidikan Tawuf. ILJ: Islamic Learning Journal, 1(4), 935–954. https://doi.org/10.54437/iljjislamiclearningjournal.v1i4.1206

Siregar, A. K., Tobroni, T., & Faridi, F. (2023). Pembentukan Manusia Ihsan dan Karakter Rabbani Dalam Al-Qur’an. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(001), 1219–1232.

Yunus, M. (2023). Kelahiran Syekh Abdul Qadir Jailani dan Kebiasaan Puasanya Sejak Bayi. Kementerian Agama Republik Indonesia. https://kemenag.go.id/hikmah/kelahiran-syekh-abdul-qadir-jailani-dan-kebiasaan-puasanya-sejak-bayi-UNO6R

Downloads

Published

2026-03-11

How to Cite

ULAMA SUFI KLASIK JUNAID AL-BAGHDADI, AL-GHAZALI,DAN ABDUL QADIR AL-JAILANI. (2026). TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN, 10(01), 20-29. https://doi.org/10.58791/tadrs.v10i01.640