PENYEBARAN AGAMA ISLAM DI KALIMANTAN SELATAN PADA MASA KESULTANAN PANGERAN SAMUDERA
DOI:
https://doi.org/10.58791/tadrs.v9i01.230Abstract
Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Pulau Kalimantan. Provinsi ini juga dikenal sebagai "Negeri Seribu Sungai" karena banyaknya sungai yang mengalir di wilayah tersebut. Masyarakat Kalimantan Selatan dikenal sangat taat pada adat istiadat, khususnya penghormatan yang mendalam kepada ulama. Islam merupakan agama mayoritas di wilayah ini. Namun, hal ini tidak serta merta berarti bahwa Islam merupakan agama pertama yang dianut oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah perkembangan Islam di Kalimantan Selatan, khususnya pada masa pemerintahan Sultan Pangeran Samudera. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan literatur yang terkait dengan masalah penelitian, kemudian dilanjutkan dengan telaah mendalam dan pemeriksaan langsung terhadap berbagai sumber yang menjelaskan topik yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian ini mengungkap Kesultanan Banjar memainkan peran penting dalam Islamisasi di Kalimantan Selatan melalui jalur perdagangan, perkawinan, dan politik. Pangeran Samudera bersekutu dengan Kesultanan Demak untuk merebut kekuasaan, yang menjadikan Islam sebagai agama resmi. Ulama seperti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari turut memperdalam ajaran Islam melalui pendidikan dan penulisan kitab. Islamisasi berdampak pada hukum dan pemerintahan, dibuktikan dengan Undang-Undang Sultan Adam (1835), serta memengaruhi budaya melalui penggunaan tulisan Arab Melayu. Warisan Islam yang ditinggalkan Kesultanan Banjar terus membentuk identitas masyarakat Banjar hingga saat ini.
Downloads
References
Ahyat, Ita Syamtasiyah. “Perkembangan Islam di Kesultanan Banjarmasin.” Jurnal Lektur Keagamaan 10, no. 2 (2012).
Basuni, Ahmad. Nur Islam di Kalimantan Selatan. Surabaya: Bina Ilmu, 1986.
Buseri, Kamrani. “Budaya Spiritual Kesultanan Banjar: Historisitas Dan Relevansinya Di Masa Kini.” Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman 10, no. 2 (15 November 2011). https://doi.org/10.18592/al-banjari.v10i2.1043.
———. “Kesultanan Banjar dan Kepentingan Dakwah Islam.” Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman 11, no. 2 (14 Agustus 2012). https://doi.org/10.18592/al-banjari.v11i2.457.
Chandrabuwono, Achmad Bayu, dan Muhammad Alif. “Kesultanan Banjar sebagai Aset Pariwisata: Kredibilitas Sumber Informasi untuk Membangun Pemahaman Masyarakat Kabupaten Banjar.” Metacommunication; Journal of Communication Studies 7, no. 2 (12 November 2022): 204–15. https://doi.org/10.20527/mc.v7i2.14452.
Eliza, dan Hudaidah. “Proses Islamisasi dan Perkembangan Islam di Kesultanan Banjarmasin.” HEURISTIK: Jurnal Pendidikan Sejarah 1, no. 2 (30 Agustus 2021): 54–62. https://doi.org/10.31258/hjps.1.2.54-62.
Gafur, Abd. “Islam di Kesultanan Banjar pada Abad ke-19 M dan Peran Muhammad Arsyad al-Banjari.” TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama 1, no. 1 (2 Juni 2009): 17–28. https://doi.org/10.24014/trs.v1i1.439.
Harold H. Titus dkk. Persoalan-Persoalan Filsafat. Bulan Bintang, 1984.
Husain, Sarkawi B. Sejarah Masyarakat Islam Indonesia. Surabaya: Universitas Airlangga, 2017.
Miranti, Alfrida Dyah, dan Lutfiah Ayundasari. “Kesultanan Banjar: Peranan Dalam Persebaran Islam Di Kalimantan (Abad XVI M - XIX M).” Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial 1, no. 2 (28 Februari 2021): 227–37. https://doi.org/10.17977/um063v1i2p227-237.
Nasir, Khairulnazrin. “Politeisme Menurut Deskripsi Al-Quran: Suatu Pembicaraan Historikal.” Islamiyyat 43, no. 1 (1 Juni 2020). https://doi.org/10.17576/islamiyyat-2021-4301-13.
Noor, Yusliani. “Sejarah Perkembangan Islam Di Banjarmasin Dan Peran Kesultanan Banjar (Abad XV-XIX).” Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman 11, no. 2 (14 Agustus 2012). https://doi.org/10.18592/al-banjari.v11i2.458.
Rizani, Rasyid, Sukarni Sukarni, M. Hanafiah, dan Ahmad Muhajir. “Hukum Pidana Dalam Adat Banjar: Integrasi Hukum Adat Dan Hukum Pidana Nasional.” Interdisciplinary Explorations in Research Journal 2, no. 2 (11 Juni 2024). https://doi.org/10.62976/ierj.v2i2.574.
Sari, Dessi Mulia, dan Muhammad Iqbal. “Tuan Guru Dalam Sejarah Kesultanan Banjar.” TASHWIR 12, no. 01 (4 Oktober 2024): 51–60. https://doi.org/10.18592/jt.v12i01.13880.
Suriansyah, M., Sjarifuddin, Zainal Arifin Anis, dan Wajidi. Urang Banjar dan Kebudayaanya. Banjarmasin: Grafika Wangi Kalimantan, 2005.
Syakhrani, Abdul Wahab, dan Ahmad Rangga Islami. “Islam di Tanah Banjar.” Cross-border 5, no. 1 (2022).
Wasita. “Warisan Sikap Toleran Masa Kesultanan Banjar Dan Keberlanjutannya Untuk Masyarakat Lokal Sekarang.” JURNAL PANALUNGTIK 3, no. 2 (28 Desember 2020): 87–103. https://doi.org/10.24164/pnk.v3i2.48.



