KONSEP DUKHAN DALAM SURAH FUSSILAT AYAT 11: KAJIAN TAFSIR ILMI DAN RELEVANSINYA DENGAN KOSMOLOGI

Authors

  • Nurjannah UIN Antasari Banjarmasin Author
  • Juairiah UIN Antasari Banjarmasin Author
  • Siti Nurazrinna UIN Antasari Banjarmasin Author
  • Ahmad Mujahid UIN Antasari Banjarmasin Author

Keywords:

Alam Semesta, Dukhan, Kosmologi, Tafsir Sains

Abstract

Penafsiran ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur’an menjadi sorotan penting dalam kajian tafsir kontemporer, khususnya melalui pendekatan tafsir ilmi. Surah Fussilat ayat 11 yang menyebut langit dalam keadaan dukhan (asap/kabut) memunculkan relevansi epistemologis dengan temuan kosmologi modern, seperti teori Big Bang dan Nebula. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dukhan melalui perspektif para mufassir kontemporer seperti Hanafi Ahmad, Syeikh Tantawi Jauhari, dan Dr. Zaghloul El-Najjar serta mengevaluasi korespondensinya dengan teori penciptaan alam dalam sains modern (kosmologi). Metode yang digunakan pada tulisan ini adalah studi kualitatif dengan pendekatan tafsir ilmi berbasis studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah dukhan dipahami oleh para mufassir sebagai indikasi fase awal penciptaan langit yang bersifat gas panas dan belum berbentuk, ini sejalan dengan narasi ilmiah tentang keadaan alam semesta pasca-Big Bang. Penelitian ini pada akhirnya menyimpulkan bahwa Al-Qur’an mengandung isyarat-isyarat ilmiah yang dapat membangun integrasi antara teks wahyu dan teori sains modern dalam kerangka kosmologi Islam kontemporer.

 

Downloads

Published

2025-06-10